Novel ini mengisahkan kehidupan para aktivis mahasiswa pada masa Orde Baru, khususnya menjelang peristiwa 1998. Melalui tokoh Biru Laut, pembaca diajak menyelami perjuangan, persahabatan, serta pengorbanan dalam melawan ketidakadilan. Kisah ini juga menyoroti luka keluarga korban penghilangan paksa dan menjadi pengingat penting atas sejarah kelam Indonesia.